PERTANIAN TERPADU (INTEGRATED FARMING) HUTAN JATI

Pertanian terpadu adalah satu sistem yang berjalan dengan cara menggunakan ulang dan mendaur ulang media pertanian, melibatkan tanaman dan hewan sebagai mitra, dengan membentuk suatu ekosistem yang meniru cara alam bekerja. Dimana output dari salah satu budidaya menjadi input kultur lainnya sehingga meningkatkan kesuburan tanah dengan tindakan alami menyeimbangkan semua unsur hara organik yang pada akhirnya membuka jalan untuk pertanian organik ramah lingkungan dan berkelanjutan secara efektif dan efisien.

Penerapan pertanian terpadu pada dasarnya adalah mengoptimalkan pemanfaatan seluruh potensi sumber daya yang ada. Sehingga, terjadi hubungan timbal balik secara langsung antara lingkungan biotik dan abiotik dalam ekosistem lahan pertanian. Terdapat keterkaitan yang tidak bisa dipisahkan bagi setiap komponen kegiatan dalam perrtanian terpadu, yang meliputi Tanaman, Peternakan, Perikanan, Manusia.

Manfaat Pertanian Terpadu

  1. Peningkatan Produktivitas, dengan meningkatkan produktivitas berarti bahwa hasil ekonomi meningkat per satuan luas per unit seiring waktu karena intensifikasi tanaman dan perusahaan pertanian sekutu.
  2. Faktor Profitabilitasjuga meningkat dengan meningkatnya produktivitas. karena menggunakan bahan limbah atau produk sampingan dari satu perusahaan sebagai input ke perusahaan pertanian lainnya.
  3. Keselamatan Lingkungankarena pertanian terpadu menggunakan bahan limbah, maka polusi limbah diminimalkan dan karenanya keamanan lingkungan terjamin.

Produksi pertanian terpadu ditingkatkan secara menyeluruh dengan:

  1. Mengurangi limbah
  2. Menciptakan ketergantungan antar komponen
  3. Efisiensi ekonomi secara menyeluruh
  4. Sistem diciptakan lebih sustanable/berkelanjutan baik ekologi, ekonomi dan sosial (Dolberg et.al., 1996)

Model Sistem Pertanian Terpadu Dengan Teknologi Efektive Microorganisme 

  1. Memadukan budidaya tanaman, perkebunan, peternakan, perikanan, dan pengolahan daur ulang limbah secara selaras, serasi dan berkesinambungan
  2. Budidaya tanaman yang dipilih tanaman semusim dan tahunan
  3. Menggunakan prinsip low external input
  4. Limbah organik kotoran terna dan sisa tanaman difermentasi dg teknologi Efective M

Sistem Pertanian Terpadu Konvensional – sudah banyak diterapkan oleh petani pada masa lalu, namun sekarang sudah banyak ditinggalkan • Model sistem pertanian terpadu dengan tek- nologi EM (Efective microorganism)

Konsep sistem pertanian terpadu dapat yang dikembangkan pada lahan CV AHM ditanam dengan masa panen 9 s/d 12 tahun. Saat panen, setiap pohonnya bisa menghasilkan satu kubik kayu. Namun sambil menunggu panen, pada sela jati

  • Tahun ke 1 s/d 3 disela ditanam jagung, pisang, pepaya, melon, semangka, sayuran, cabe, pakcoy dan kacang-kacangan
  • Tahun 4 s/d 6 ditanam jahe dan garut
  • Tahun ke 7 s/d 12 ditanam garut, porang, gembili dan empon

semua bisa diintegrasikan maka banyak lahan bisa fungsikan dan dimanfaatkan secara mutualisme terhadap semua komponen yang ada pada area hutan tersebut. Bahkan kotoran ternak kambing atau limbah lele pun dapat sangat bermanfaat untuk menunjang kualitas hutan produksi di atasnya.

 

(Visited 330 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Thx to contact www.alamhijaumakmur.com, how can I help you?