PENGARUH LOKASI PADA PERTUMBUHAN HUTAN JATI

Terima kasih kepada Bpk Jend Fachrurozi yang telah peduli pada lingkungan, meluaskan hutan serta bersemangat dalam membangun hutan produksi .

Tujuan utama pendirian perkebunan jati adalah untuk menghasilkan kayu berkualitas tinggi pada pohon dengan tingkat pertumbuhan yang baik atau dapat diterima. Untuk mencapai tujuan tersebut, lokasi penanaman harus sesuai untuk pertumbuhan dan perkembangan jati. Perkebunan jati telah didirikan di seluruh daerah tropis, di dalam dan di luar jangkauan distribusi alaminya. Ini mencakup berbagai kondisi iklim, yaitu dari jenis khatulistiwa hingga sub-tropis dengan curah hujan dan suhu berkisar 500-3.500 mm dan 2°-48°C (kisaran minimum dan maksimum) masing-masing.

Selain curah hujan dan kelembaban, tanah dan intensitas cahaya, faktor lain seperti suhu dan ketinggian juga berperan penting dalam membatasi distribusi dan pola pertumbuhan spesies. Diketahui bahwa jati tumbuh dengan baik pada kondisi hangat dan lembab. Serangkaian penelitian di lingkungan terkendali menunjukkan bahwa suhu optimum untuk pertumbuhan dan perkembangan spesies adalah 27-36°C (Gyi, 1972; Kanchanaburangura, 1976; Kaosaard, 1977). Kisaran suhu ini cukup normal dalam kisaran jati tropis. Jati kurang mentolerir kondisi dingin dan beku selama periode musim dingin. Dalam kondisi beku, semai dan pancang rusak parah dan mati. Salah satu alasan mengapa spesies ini tidak dapat tumbuh pada ketinggian lebih dari 700 meter.

Kondisi tanah juga bervariasi dari masam yang tidak subur hingga alluvial yang subur. Variasi yang luas dalam pertumbuhan dan ciri-ciri pohon lainnya seperti bentuk batang, cara percabangan, kebiasaan berbunga dan kualitas kayu biasanya dihasilkan. Rata-rata riap volume tahunan (MAI) jati pada berbagai kondisi perkebunan bervariasi dari 2 m3/ha/tahun hingga >15 m3/ha/tahun pada setengah rotasi umur. Keogh (1994) merekomendasikan bahwa MAI perkebunan jati tidak boleh kurang dari 8m3/ha/tahun dalam operasi penanaman komersial.

Lokasi penanaman jati harus dipilih dengan cermat, mis. melalui spesies (penyesuaian lokasi. Dalam suatu zona tanam, pengaruh kualitas lokasi terhadap pertumbuhan tanaman dapat ditunjukkan dengan membuat kurva Indeks Lokasi. Perbedaan diameter tumbuh tanaman jati yang ditanam pada lokasi kualitas yang berbeda, baik di dalam maupun di luar di luar persebaran alami jati melalui seleksi lokasi, telah terbukti di Indonesia bahwa pertumbuhan tanaman dapat ditingkatkan lebih dari 116 %.

(Visited 51 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Thx to contact www.alamhijaumakmur.com, how can I help you?